Reyna Day 02

Terus terang gue nggak nyangka reyna se-agresif itu. She called me almost 8 times a day. She text me almost every 20 minutes. DAMN! So it’s time to make my move. Ok. I can think a great way to boost this into something “wonderfull” hohohohoho

Alhasil (hoalah… bahasanyaaaahhh hiAUehiAUehIAEU ), gue sms dia…
“hey, pulsa lo unlimited ya? Hahahaha… parah bener. Apa segitu nge-fans-nya lo sama gue?”
“huuu nggak getooo kaleee… biasa aja kok. Cuma seneng aja nganggu lo hahaha”
“ooo ic. Lagi kurang laku ya? Hahahaha…”
“eh sialan! Hahaha… capek nih ngetik sms. Telfon dong!”
“nggak ah. Nanti lo malah terbius sama suara gue. Males lah. Terlalu beresiko”
“gilaaa. You’re driving me crazy!”
“bagus dong!”
“kok bagus? Lo kan bikin gue menderita!”
“is there anyway that I can do to put you out of this misery?”
“ada. Jalan2 hehehe”
“asal lo traktir dan jemput gue ya. Kan lo yang ngajak”
“maksud lo?”
“ya kalo gue yang ngajak, gue traktir lo. Kalau lo yang ngajak, lo traktir gue”
“emangnya gue bakal ngajak lo?”
“emangnya gue pasti mau meskipun lo traktir?”
“mana ada orang yang nggak mau di traktir!”
“ic. Kalau gitu, masukin gue ke dalam list itu hahahaha”
“lho. Aneh. Kan tadi lo yang minta di traktir?”
“hah? Masa sih? Gue gak pernah minta di traktir tuh”
“lha tadi lo bilang begitu kaaaannn???”
“oooh… yang tadi itu cuma laying out the rules. Gue gak minta. Cuma kesadaran aja”
“ih gila deh ngeles melulu”
“well, from the first time we met, I’ve already driving you crazy right? Hahahaha. Set up the time and place. I’ll be there”

Setelah sms terakhir, gue gak bales2 lagi sms dia. Gue diem2 aja iUAEHiUAehIAUEhiA

Sampai akhirnya dia menentukan waktu dan tempat rendezvouz-nya. I just can’t wait to see her…

Pada waktu yang tempat yang sudah ditetapkan, gue dan reyna bertemu. Tidak susah mencari cewek cuek dengan baju tipis warna putih bersablon bali, celana pendek dan sendal jepit pantai di mall. Hahahaha… ni anak emang cuek banget. Untung cantik soobbb dia mau nonton… beli tiket… dan filmnya dimulai 1 jam mendatang. So we went for a cup of coffee… disana gue dan dia ngobrol2 banyak… dari cerita2 pribadi sampai kegiatan sehari2… ternyata dia masih penasaran dengan 1 hal…

“kenapa kamu approach aku waktu itu?”
“iseng. What else?”
“mungkin aja karena ketertarikan seksual atau apa gitu”
“PD amat. Memangnya kamu itu menarik secara seksual?”
“most of the guys think i do. But i dunno about you”
“lumayan sih. But your just a bit out of my type.”
“hah? Apa yang dari aku yang kamu gak suka?”
*ni anak narsis banget. Sehingga gak bisa terima gitu kalau ada sesuatu dari dirinya yang tidak disukai orang lain. It SOOOOO OBVIOUS! *
“first of all… kamu mudah di cium”
“itu kan karena kamu yang nyosor2.”
“at least i only made a tiny effort. You’re so easy”
“i am easy. I know it” dia nunduk kayak sedih gitu. Gue angkat dagunya dengan jari telunjuk kanan gue dan gue bilang gini,
“tapi ada satu lagi yang gue paling gak suka”
“apa tu?” mukanya makin sedih
“perhatian lo yang berlebihan itu bikin gue seneng. Hahaha. Kok bisa ya???”
“seneng? Really?” badannya goyang2 gitu dan tiba2 memeluk gue. “baru sekali ada cowok ngomong gitu”
“iya, itu juga gue ngomong kepaksa. Biar lo seneng IAUehiAEUhiAUehIAEUhIAEU”
Asli gue ketawa kepingkal2 karena ngeliat dia jadi cemberut lagi. Gak kerasa filmnya sudah mau mulai, kami minta bill, bayar dan dia gue gandeng ke bioskop. As we take our seats, her head leaned over to my shoulder.
“gak sakit tu leher miring2 gitu?”
“nggak”

Akhirnya selesai nonton, gue bilang ke dia…
“kamu suka bertualang?”
“suka”
“mau bertualang malam ini?”
“bertualang apa nih?”
Gue ceritakanlah ke dia. Bahwa ada 1 temen cewek gue yang pengen ngerasain make out sama cewek. Sebut aja namanya Vida. Vida itu tingginya 175. beratnya 60an lah kira2. sekel gila gitu sooobbb… hIAeuhIAEUhIAEUhIAEU… seru laaahhh

Eh minum dulu deh… serek nih tenggorokan gue

Lanjut yak!

Reyna minta ketemu dulu sama vida, setelah itu baru dia bisa ngasi jawaban. Gak lama kemudian, gue udah sampe kost2annya vida, nyuruh dia turun dan vida turun hanya dengan menggunakan tank top merah yang agak loose, sarung bali yang tipis (ada apa sih semua cewek2 ini pake baju yang berbau2 bali… kan gue jadi pengen kesanaaaa ), rambutnya yang ikal dirty blonde itu diikat seadanya. Gue yang salah liat atau apa gitu ya, tapi si reyna kayak jadi mupeng gitu. Asli gue juga kaget, deg2an juga jadinya gue. Gue dan reyna turun, mereka saling berkenalan, ngobrol sana sini dan akhirnya gue angkat topik lesbian itu. Disitu gue melihat bagaimana si Vida mencoba membuat si reyna nyaman, agar dia menyetujui ajakannya untuk make out. She ensures her that it’s just making out. Not having full sex. 2 batang rokok si reyna berpikir, akhirnya dia mengiyakan. Vida bertanya ke gue tempat yang aman untuk bertiga. Gue bilang, “Just get in the car”

20 menit kemudian gue udah sampe di tempat itu, setelah bayar2, kami bertiga masuk kamar dan saling berpandangan,
“aku jadi penonton aja ya. I want to see a hot lesbian show” gue bilang gitu ke mereka.
“suit yourself” vida ngejawab.

What i’m about to witness is the sexiest sex scene EVER!

Gue liat vida menarik reyna ke kasur. Dan mereka duduk ditepi ranjang. Dan vida mendekatkan hidungnya ke leher reyna. Di sentuhkan ujung hidungnya ke kulit leher reyna. Reyna memejamkan mata. Entah kenapa. Terus terang gue sudah mulai gelisah ingin melabrak mereka berdua. Tetapi ini harinya mereka. Gue hanya penonton.

Vida mulai menelusuri kulit wajah reyna dengan ujung hidungnya. Reyna hanya diam dan menopang tubuhnya dengan kedua tangannya dibelakang badannya. Vida tampak sabar merangsang reyna, dia telusuri tubuh reyna dengan ujung2 jarinya sambil mengaitkan baju reyna yang dengan mudah dia tarik keatas.nafas reyna terdengar semakin memberat. Nafas gue juga. Vida tampaknya memegang kontrol penuh di permainan ini. Mudah saja si vida membuka bra reyna. Sehingga reyna sudah telanjang dada. Tapi vida tidak langsung menghisap buas payudara reyna seperti layaknya pria. Vida mengecup2 bibir reyna. Entah kenapa reyna yang menjadi lebih agresif. Dia langsung FK si vida. Dan badannya langsung mendorong vida sehingga terposisikan dibawah dia. Baju vida dilepas dengan buru2. sehingga ada 2 wanita bertelanjang dada sedang make out di depan gue. Gue udah nafsu banget! Gue berdiri. Hanya dengan niat ingin melihat mereka dari dekat.

Setelah itu….

Setelah gue sampai pada posisi yang gue inginkan, gue benar2 disuguhi pemandangan yang menggetarkan libido gue dengan hebat. Gue liat dua tubuh wanita sedang berpelukan, mereka masing2 memiliki payudara yang cukup besar. Bayangkan payudara itu saling menekan, sehingga jadi … aduh… how do i put it in words ya? Damn it!!! hUAeiAeuhIAeuhAIeuhAIeuhIAEU

MENOOOOMMM DOOOLLLOOOO

Vida dan reyna saling melumat bibir. Sesekali mereka terlihat salin menghisap lidah. Hufs. The lesbian show is waaayyy ttoooo romantic. I need to see more!

Iseng, gue pindah ke kaki mereka, pertama gue elus2 kaki vida. Dari pergelangan kaki hingga pangkal pahanya. Lalu dari atas gue masuk ke arah paha dalamnya. Lalu gue iseng buka iketan sarungnya dan gue lepas dari badannya. Hmm… nice view. Tinggal cd aja. Sekarang gue ke reyna. Agak sulit melepaskan hot pantsnya. Tapi tak ada perlawanan. Reyna pasrah. Setelah celana reyna lepas, gue pegang cd vida dan cd reyna dan pada waktu yang bersamaan, gue tarik cd mereka kebawah.

DAMN IT SOOOBBB!!! Sekarang ada 2 cewek bugil lagi make out di depan gue. Sekarang gue dihadapkan pada 2 pilihan, will i jump in, or just orchastrated this make out session? Gue nyalain rokok dan gue berpikir… ya… waktu itu gue berpikir

gue putuskan biar waktu aja yang memutuskan hahahahahaha…

so, gue deketin mereka lagi, gue lepaskan FK mereka dan gue rebahkan mereka berdua. Dengan kedua tangan gue, gue raba their Vs… hohohohoho jarang2 nih nulis V dalam plural iAUehiAEUhIAeuhIAEuhIAeuhIAeuh mereka berdua melihat gue dengan tatapan yang sayu… i know what to do… gue siapin 2 jari dan gue masukkan jari gue ke their Vs… double Finger Fuck! Huuuuuuuuu… si reyna gue masukin dalam2 dan gue putar2 jari gue didalam sana, si vida menerima jari gue yang keluar masuk perlahan2 ke dalam her V… mungkin saking bernafsunya, mereka FK lagi… akhirnya gue sendiri yang nggak sabar… gue kocok their Vs dengan cepat sehingga mereka mendesah2 sambil tetap berusaha berciuman… si reyna O duluan… pahanya mengatup rapat dan nafasnya tersenggal2… gue lihat vida, gue lepaskan baju dan celana gue dan gue tarik dia berdiri ke dalam pelukan gue, gue mulai FK sama dia gue remas payudaranya dan pantatnya. She’s hot soooobbbb! Really really hot!

Gak sabar, gue putar badannya membelakangi gue dan gue tunggingkan dia di pinggir kasur, reyna melihat itu, memposisikan her V dalam jangkauan mulut vida… gue mulai memasuki vida… gue gak peduli tempo, gue gak peduli ritme… yang gue pedulikan cuma nafsu gue harus memasuki tubuh 2 wanita yang ada di depan gue ini… gue mulai memompa vida dengan cepat dan vida mulai menjilat2i reyna’s V… what a sight! Asli gue gak tau lagi gimana cara nahan nafsu gue yang dengan sukses bikin kepala gue pecah…. vida kemudian O… kakinya menjadi lemas dan tidak dapat menahan posisinya, my P keluar dari her V dan gue datangi reyna yang sudah pasrah terkangkang di pinggir tempat tidur… gue masuki dengan dengan sangat sangat sangat sangat bernafsu! Posisi reyna benar2 bikin gue menggila… memang gue sama dia hanya missionary, tapi pantatnya yang terangkat tinggi membuat gue harus ikut2an spread my legs quite apart so i can thrust her from the perfect angle… saat gue lengah, tiba2 gue ngerasa ada yang aneh… gue lihat ke bawah (well, gue sering kali merem atau ngeliat ke atas, yang bawah gue udah gak perhatiin lagi )… ternyata vida ada dibawah gue dan dia menjulurkan lidahnya sehingga selalu tersapu oleh my balls yang sedang maju mundur… damn! Rasanya itu sooobbbb… huuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuwwwhhhh

Gue udah gak tahan… permainan ini cukup sampai disini… gue percepat my thrust… si reyna belum O lagi… tapi gue gak peduli… gue gak peduli! Ghuehueheu… gue tarik keluar my P dari her V… gue tarik vida rebahan sebelah reyna… dan gue semprotkan sperm gue ke mereka… berasa jadi spinkler deh

Setelah selesai… gue rebahan sama mereka dan vida ngomong gini ke gue…

“katanya cuma mau jadi penonton ” hihihihihihihhihi…

SEMOGA BERKENAN

Leave a Comment

You must be logged in to post a comment.