Gue sih gak berharap banyak dari hasil sarging dengan mira. Karena she’s all that beauty is all about. Gue gak bilang super cantik atau apa ya. Postur tubuhnya kayak model. Gak kurus, langsing, tinggi, putih cenderung pucat, dan wajahnya yang tirus buat gue bener2 nyimpan banyak misteri yang pengen gue kuak lebih lanjut.
Setelah pertemuan itu, dia beberapa kali sms gue. Karena smsnya hanya berita tanpa pertanyaan, ya gue gak jawab. Simple aja kan? Sampai dia sms seperti ini,
“Kok gak pernah sms gue? Cuma pengen koleksi nomer hp aja ya?”
Gue jawab,
“Kan lo gak pernah bertanya dan gue rasa lo bisa tau lah gue lagi ngapain hanya dari melihat waktu”
Dia balas,
“Sok cool banget sih lo”
Gue jawab,
“Bukannya sok cool. Tapi gue akan jawab pertanyaan lo kalau lo bertanya. Lagipula, gue akan makan pada saat lunch time, gue pasti bekerja pada saat work hours. So, apa lagi?”
Dia jawab,
“begitu ya? Ya sudah kalau begitu”
Gue jawab,
“Tahun 2007 masih ngetrend ya ngambek?”
Dia jawab,
“Ge-er lo! Siapa juga yang ngambek?”
Gue diemin. Dia sms lagi,
“Tuh kan malah lo yang ngambek. Gue gak ngambek kok. Cuma coba mengerti aja”
Gue jawab,
“Ngerti apaan?”
Dia jawab,
“Ngerti pola pikir lo. Tapi gue takut gila kalau ngikutinnya”
Gue jawab,
“Gila? Memangnya lo takut tergila2 sama gue? Tell me about me that makes you feel that way”
Dia jawab,
“Ada sesuatu dari lo yang gue gak ngerti. Kayak ada beberapa blank spot yang gue gak tau ngisinya pake apa”
Gue jawab,
“Isi saja dengan diri lo apa adanya. We’ll see what happen then. Gue sibuk. Nanti2 aja ya terusin lagi.”
Dia jawab,
“Oke deh Mr. Sibuk!”
Gue melanjutkan kegiatan gue seperti biasa. Beberapa jam kemudian, dia sms, sms dan sms lagi. Gue balas sekitar jam 11 malam,
“Hey you”
Dia jawab,
“Hey Mr Busy! I’ve already changed your name to Mr Busy in my phonebook”
Gue jawab,
“Then i’ll changed your name to Ms Pushy”
Dia jawab,
“Am i pushy???”
Gue jawab,
“Well, everygirl have a pushy, right? Hahahahahaha”
Dia jawab,
“Porno banget lo!”
Gue jawab,
“Thanks a lot. Gak kangen sama gue?”
Dia diem lama, gue juga diem. Akhirnya gue ketiduran dan paginya gue mendapatkan 3 sms dari dia, masing2 terbaca seperti ini,
“Besok sore gue ada casting, mungkin setelah itu kita bisa ketemu.”
“Kok lo diem aja? Gak mau nih? Yaudah!”
“Hellooooooo??? Hellooooooo???”
Gue nyengir2. asli gak nahan ngebaca sms blingsatan dari dia. Gue reply,
“Gue ketiduran. Yaudah. Mau jam berapa dimana? Just setup the time and place, i’ll be there”
Gue bangun, turun ke bawah, minum jus, ngerokok, sarapan, ngerokok sambil baca koran, minum teh, trus naik keatas lagi untuk mandi. As i predicted, 3 sms lagi hahahahIAUehIAEUhAIUehIAEUhiAUh
berbunyi masing2 seperti ini,
“Di gedung [SENSOR] jam 18.00. on time ya!”
“Hellooo??? Why you kept on dissapearing like that! I hate it so much!”
“UUUUUUGGGGHHHHH… ”
Gue jawab begini,
“Hold your horses missy. Gue tadi sarapan dan sekarang mau mandi. Damn you girl, you acted more outrageous than my mom!”
Gak ada sms lagi sampai kira2 jam 4 sore,
“Jangan lupa jam 6 sore nanti ya” itu dari dia. Gue balas begini,
“Jangan sms lagi sampai jam 6 sore. Spot my car on your way out of the building, don’t say anything when you get inside my car, just sit and wait to be kissed”
Gak ada balasan. Damn! Agak sulit dipercaya trik2 itu berhasil dengan gemilang. Sialan, jadi gue yang excited gini sekarang! Huh… Gue nunggu jarum jam menunjukkan jam 5 sore kerasa lamaaaa banget! KUPRET LAH! 
Gue tiba di depan gedungnya jam 6 kurang sedikit. Gak lama kemudian, gue liat dia keluar, menuju mobil gue, dan masuk. DIA DIAM! SHIT! GUE ASLI DEG DEGAN SOOOBBBB!!! 
So i lean over and kiss her lips lightly. But she opened her mouth and try to slid her tongue inside her mouth. So i get along with it. Raba2 sedikit dari luar, pertama dari pundak, turun ke pergelangan tangan, ke perutnya dan naik ke atas. Begitu tangan gue udah sampe dibawah bra-nya, gue stop dan melepaskan diri dari ciuman itu,
“Wow, gue takut gak bisa ngontrol nih. I want today to be perfect. Let’s take it slow ya”
Dia senyum dan memakai seat belt. Sepanjang jalan dia cerita tentang hari2nya dan kita tertawa2. Such a great way to spend time with a girl. I do not have any sexual attraction to her. To me, she’s just a great personality underneath that angelic face.
Setelah makan, kita duduk di mobil sambil cerita2 lagi. This time, gue genggam tangannya. Dia juga menggenggam tangan gue. It feels nice. It feels right.
so, gue coba untuk lebih intim lagi dengan dia 
Gue rebahkan sandaran tempat duduk gue dan gue tarik dia dalam pelukan gue. Gue cium bibirnya, dan kali ini dia lebih agresif, dia bergerak naik ke atas badan gue, wow… sebelum gue bisa mengendalikan situasi, pinggulnya sudah menggerus2 my P dari luar. Idiiiiiiiihhhh… seru banget sooobbb… tanpa pikir panjang, gue pindahkan badannya ke tempat duduknya semula, gue tegakkan tempat duduk gue, keluar dari parkiran sambil bilang, “kita ke hotel”.
Gue udah gak liat lagi ekspresi mukanya, gue konsen ke jalan untuk secepatnya tiba di hotel transit terdekat. Keadaan jalan ternyata tidak mendukung penuh keputusan gue. Macet! Alhasil gue raba2 celana dia dan mencoba melepaskan kancing dan resletingnya dengan satu tangan gue. Susah. Tapi berhasil
tangan gue langsung masuk ke dalam celana dalamnya dan mendapati her V sudah basah. Gue cari clit-nya dan gue sentuh dengan ujung jari gue. Dia mendesah2 seperti orang sakit asma. Gue tau birahinya sudah mau meledakkan kepalanya, tapi gue harus mencari pelampiasan biar gue gak marah2 sama kondisi traffic yang sangat menyebalkan ini. Terus gue gosok2 lembut clitnya. Hingga dia O dan dia complain,
“Celana dalam aku jadi basah nih ”
Gue hanya tertawa ringan dan menarik dia ke pelukan gue. 20 menit kemudia gue sudah sampai di hotel. Karena males nanti melalui protokol bayar2, so, begitu masuk, gue panggil CS-nya dan gue bayar ke dia. Aman… 
Dia sudah terlentang di tempat tidur pada saat gue masuk ke kamar, celananya sudah tercerai berai di lantai, meninggalkan t shirtnya sendirian menutupi tubuh setengah telanjangnya. Gue dekati di perlahan2, gue pandangi dia dengan mata sayunya itu. Gue bergerak ke atasnya dan gue ciumi bibirnya. Dengan tangan kanan gue, mulailah gue menjelajahi her V dengan bebas. Dia mulai mendesah2 lagi. But this time, dia merespon dengan melepaskan celana gue, dia mulai memijat2 my P. Tak sabar dengan foreplay ini, gue berdiri, melepaskan baju gue dan dia, dan gue mulai memasuki her V. Missionary.
Gue bergerak pelan. Membiarkan dia merasakan setiap mili dari my P. Gue coba dengan iraman konstan. Gue tambah sedikit kecepatannya, tetapi tetap relatif pelan. Gue tahan dengan irama yang perlahan hingga dia terlihat mendekati O-nya.
Gue tanya, “mau di percepat?”
Dia jawab dengan mata terpejam, “Jangan, begini saja. Enak”
Tak lama kemudian, dia O. Badannya bergetar2 hebat seperti orang epilepsi, gue jadi agak takut karena gue rasa dia benar2 epilepsi huhuhuhuhu 
Setelah dia tenang, dia bilang begini, “aku pegang2 aja ya. Soalnya sekarang aku sudah ngilu kalau dimasukin.”
Fine by me. Gue terletang, gue suruh dia to lick my Nip, and she stroke me well. Jarang2 ada cewek yang bisa memuaskan gue dengan tangannya. Seru. Setelah my O, dia tidur di sebelah gue sambil membersihkan “sampah perang” tadi 
After that, we chat for another hour, made love once again, take a bath, and go home.
SEMOGA BERKENAN 